Lihat, dengar dan rasakan

Foto saya
Palembang, sumatera selatan, Indonesia
Aku adalah aku.. apa perdulimu?

Rabu, 15 April 2009

CERITA I Who am I?

Tak susah mencari kami, karena kami bertebaran dimana-mana di jalanjalan, terminal, Gang-gang, pasar, di kampung dan di kota, dimana saja diseluruh Indonesia, kami mudah untuk dikenali.

Sebuah komunitas, individu dengan sarung tangan seharga sepuluh ribu. Berjaket hitam, merah, kuning, hijau dilangit yang biru :- ). Wajah kami pun adalah wajah-wajah yang mudah untuk dikenali, wajah yang tiap hari terpanggang teriknya matahari...(gosong dong).

Sebagian dari kami adalah pemuda dari yang tamat Sekolah tingkat atas sampai yang tetep nekat nyambung kuliah. Tapi kebanyakan dari kami adalah orang-orang yang berstatustelah berkeluarga”. Kami adalah orang-orang yang mungkin memiliki nasib sama, orang-orang yang terkena PHK, orang-orang yang tidak diterima bekerja dikantoran, pabrik, toko, bahkan angkatan bersenjata sekalipun...MIRIS!!!.....Tapi ya itulah kami, yang setiap hari berteman dengan kesusahan, berkawan akrab dengan panas dan hujan serta rawan disapa kemalangan.

Bila tiba waktunya pesta rakyat, kami adalah sasaran empuk bagi calon anggota dewan, walikota, atau bahkan calon gubernur yang lagi butuh dukungan. dengan segala bujuk rayu mereka yang lagi haus kekuasaan...

Siapa kami??? Masih belum jelas yah... kalo gitu tambah dikit lagi deh...

Sebuah profesi yang punya banyak cerita suka maupun duka...yang bener-bener dialami dan dirasakan langsung oleh yang punya blog ini...

Sebuah profesi yang berhubungan dengan perhubungan, bukan sopir, tukang becak, pilot atau masinis kereta. ”Agustasalah satu dari rekan kerja ku dengan bangganya pernah berkata :

Kita adalah orang-orang DLLAJ

Waduh... aku sempet bingung apa maksud dari pria beranak dua itu. Setelah sekian lama, baru aku tahu kalau DLLAJ itu singkatan dari

Duduk Luntang- Lantung Aja di Jalan..... dasar....

Yeah.... sehari-hari kami memang hidup dijalan, dari pagi sampe malam atau bahkan dari pagi sampe pagi lagi...(kapan tidurnya). Tapi itu memang tugas kami demi mendapat uang seribu, dua ribu, tiga ribu perak jadinya enam ribu perak he...he...he... dengan menawarkan jasa antar jemput dari ibu-ibu yang baru pulang dari pasar sampe ke anak-anak sekolah yang mau sekolah...( ya eyalaaah masa anak sekolah mau ngojek.....).

Selain itu, kami juga mangsaempukbagi pada bandit jalanan, bencong, gay, bahkan hantu gentayangan yang lagi kurang kerjaan...(beneran loh ada kejadiannya). Karena itu ada saja dari kami yang kadang-kadang jadi bahan berita para kuli tinta, dari yang biasa sampe yang jadi headline di surat kabar lengkap dengan foto-foto tertelungkup atau terlentang berdarah-darah dan dengan judul headline yang ditulis dengan huruf besar-besar

LAGI...TUKANG OJEK DIRAMPOK DAN DIBANTAI !”

Sungguh pekerjaan yang penuh resiko, tapi mau apalagi...Cuma itu yang bisa jadi pilihan mudah buat orang-orang yang tak bermodal besar dan sedikit keahlian. Aku masih bersyukur masih ada yang bisa dikerjakan meskipun luntang-lantung sebagai Tukang Ojek...

Sampe sini udah jelaskan siapa kami sebenernya...

cerita baru dimulai bro...

Dulu aku bekerja di sebuah pabrik mebel, bergaji mingguan dan hidup tenang, apalagi untuk ukuran seorang pemuda lajang, aku cukup nyaman walaupun dengan beberapa lembar uang ribuan di saku. setelah bekerja kurang lebih 2 tahun lamanya dengan beberapa kali peningkatan penghasilan namun tanpa ada peningkatan karier...pabrik dimana aku bekerja mulai ngos-ngosan menggaji karyawannya walaupun karyawannya cuma lima puluh orang. Sama seperti yang lainnya dengan alasan akibat dari krisis yang mendera dunia dan produk-produk mebel hasil karya kami yang tak begitu laku di pasaran...dengan terpaksa sebagian dari kami harus rela di PHK dan aku termasuk diantaranya.

Dua tahun nganggur, kesana-kemari cari kerjaan tapi hasilnya nol gede. Selama itu juga aku jadi benalu, parasit bagi temen-temen aku. Akupun terkadang malu dan merasa rendah diri. Memang dibanding temen-temenku keluarga aku tergolong keluarga dengan ekonomi kurang. Namun aku masih bersyukur ada saja rezeki yang mampir ke kami.

Dalam situasi yang serba sulit ini, nasib buruk akhirnya luluh. Aku baru inget kalo aku masih punyaKartu Ajaib” yang belum kugunakan selama aku kerja. Sebuah kartu untuk jaminan kesehatan selama bekerja, kartu yang juga selalu memotong sedikit penghasilanku setiap bulannya dan setelah tidak bekerja lagi uang yang selama itu dijadikan jaminan bisa diambil kembali.

WOW... senengnya hatiku. KuciumKartu Ajaibitu dengan mata berbinar dan wajah berseri. Dian sahabat baik yang selama ini jadi korban parasitku menatap heran.

Woi, apa bisa dapet duit pake kartu itu ?” tanyanya ragu.

” Ya mungkin la ” Empri yang bilang, soalnya dia juga punya tu kartu

dan dia juga bakal ambil duit pake kartu tuhkataku dengan

bersemangat.

Tapi Berapa dud...? ”

” Ya ga tau la...mungkin 100 ribu, 500 ribu atau sejuta tergantung masa

kerja”.

Masa seh ” Dian masih sangsi. Mahasiswa Ekonomi Akuntansi UNSRI itu tetap ga yakin. Dasar...

Sedikit info : Dian Arista salah satu dari sahabat karibku, temen seperjuangan waktu ngurusin segala hal tentang karang taruna dilingkungan tempat kami tinggal. Dian pemuda yang baik walau terkadang agak pelit. Ia salah satu anak yang beruntung karena lahir dikeluarga yang cukup mampu dan mau berbagi kesusahan dan kesenangan denganku. Tampangnya terlihat bodoh tapi lumayan lah diantara temen-temen seperjuangan lainnya dan punya otak yang cukup cerdas dari keliatannya. Kulit putih pucat dan wajah terlihat sedikit tua dari usia sebenernya.

Yah hari itu aku telah menceritakan perihal kartu ajaibku padanya. Aku ingin mencoba siapa tahu kartu itu bener-bener bisa diuangkan walaupun sedikit, tapi kalo harapanku sih lebih dari yang aku perkirakan. Untuk itu aku harus mengurus di kantor jaminan kesehatan. kuminta Dian menemani.

Hari itu juga aku urus semua. Setelah urus sana urus situ, ternyata kartu ajaib itu bener-bener ajaib. Aku bergetar menerima uang sejumlah Satu Juta Dua Ratus Empat Puluh Ribu Rupiah dari salah seorang petugas. Jumlah yang menurutku lumayan besar dari yang kami perkirakan, karena baru kali ini aku pegang uang yang lumayan besar selama hidupku. Setelah tuh duit cair Aku bergegas menemui Dian yang aku suruh tunggu di motornya.

Gimana dud ? dapet? ” tanyanya penasaran.

” Alfa, Bravo, Charlie !!! ” teriakku sambil mengacung-acungkan tuh duit tepat dimukanya sambil tersenyum lebar :- )

” Yo Cabut ” teriakku lagi.

Hari itu jadi hari yang paling bahagia bro...Aku merasa menjadi jutawan sedunia. Saat itu aku merasa pengen beli semua yang aku impikan : Baju, Celana, Jam tangan, Handphone, Mobil, Motor, Rumah ( waduh lebay banget kali ye...). Maklum orang kaya baru sadar keluar RS he...he...

Aku udah ga sabar mau kasih kabar ke semua orang lewat corong masjid bahwa aku jadi orang kaya baru he...he...(tapi ga jadi, takut ntar semua minta bagian habis la duit ku). Yang pasti kedua ortu harus tahu dulu untuk membahagiakan keduanya itu yang terpenting.

....................oooo...oooo...................

” Lebih baik kau pake uangnya buat Dp kredit motor...” saran bapak

setelah kukabari sorenya.

” Beli Motor? buat apaan Pak? ”

” Kamu mau selamanya jadi pengangguran, sekarang cari kerja susah.

Kalo saran bapak, kamu kredit motor trus ngojek, paling nggak kamu

bisa dapet penghasilan walaupun kecil-kecilan dan kamu setidaknya

punya kegiatan, nggak tiduuur melulu setiap hari” Bapak ngasih saran

panjang lebar, sementara emak disebelahnya ngangguk-ngangguk

tanda setuju.

Lama aku termenung dan kutatap mata kedua orang tuaku. Aku tau perasaan dan harapan mereka kepada ku yang begitu besar, sementara bapak sudah tak kuat lagi untuk bekerja.

Hmmm...Jadi tukang ojek.... gumamku dengan nada gamang. Bagiku itu pekerjaan yang memalukan, tak pernah sedetikpun terpikir olehku untuk melakukan pekerjaan itu, walaupun dizaman sekarang bukan sesuatu yang patut di permalukan. Sembako mahal, BBM mahal, plus susahnya cari kerjaan. Bahkan Pegawai negeri sekalipun banyak yang nyambi jadi tukang ojek demi memenuhi kebutuhan yang sedemikian melonjak.

Aku menjerit dalam hati, seperti orang yang terkena kutukan. Aku diam dalam seribu lamunan, bibirku bergetar untuk kesekian kalinya...

” JADI TUKANG OJEK.....AHHHHH TIDAAAAAAAK.....!!!!!

Pesan :

” Sesuatu yang kita anggap baik, belum tentu baik dimata Tuhan...Sebaliknya sesuatu yang kita anggap buruk, bisa jadi adalah yang terbaik yang diberikan Tuhan untuk kita ”. Maka dari itu perbanyaklah diri untuk bersyukur atas segala yang telah dikaruniakan-Nya kepada kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar